Senin, 25 Juni 2012

Tak Shalat, Bukan Hal Sepele Loh.

Selama ini saya menganggap enteng perkara meninggalkan shalat. Banyak dalih, alibi, modus yang saya gunakan untuk membenarkan perbuatan itu. "Mau shalat, tapi nanggung", "Ahh, masih bisa besok shalatnya" atau yang paling parah "Lagi males sholat loh" dan masih banyak lagi kalimat-kalimat populer yang biasa digunakan ketika saya enggan melaksanakan shalat

Siang ini benar-benar 'Jleb Moment' buat saya dan beberapa Ladies Taklim Ceria. Pembahasan taklim kali ini adalah Hukum Meninggalkan Sholat. Ini seperti cubitan kecil namum memberikan efek perih yang luar biasa. Banyak orang diingatkan melalui kejadian-kejadian tidak meneyangkan yang menimpa dirinya. Kali ini saya beruntung. Peringatan yang saya dapatkan hanya berupa pembahasan sederhana, namun jleb di hati. Saya akan mencoba mengulasnya kembali di sini.

Saat ini Indonesia masih menduduki peringkat pertama dengan populasi muslim terbesar di dunia. Berdasarkan riset yang dilakukan Pew Forum on Religion and Public Life yang dilansir pada tahun 2011, jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia adalah sekitar 205 juta jiwa. Ini berarti 88% dari total jumlah penduduk Indonesia adalah muslim. Namun, kuantitas yang luar biasa banyak ini tidak dibarengi dengan kualitas muslim itu sendiri. Banyak sekali orang yang mangaku muslim, namun tidak pernah menegakkan tiang agama Islam, yaitu sholat. Ada yang hanya maghrib saja, atau shalat jum'at saja, bahkan shalat hanya setahun sekali yaitu ketika hari raya idul fitri atau idul adha. Padahal perkara meninggalkan shalat bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Apalagi jika dilakukan dengan sengaja tanpa adanya alasan yang syar'i. Para ulama sepakat bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa lainnya.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir, Ibnu Hazm –rahimahullah- berkata, “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” (Al Kaba’ir, hal. 25)

Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).” (Al Kaba’ir, hal. 26-27) 

Lalu kalau kita tidak shalat apakah berarti kita telah keluar dari agama Islam? Dalam hal ini beberapa ulama mazhab memiliki pendapat yang berbeda.

Asy Syaukani -rahimahullah- mengatakan bahwa tidak ada beda pendapat di antara kaum muslimin tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya. Namun apabila meninggalkan shalat karena malas dan tetap meyakini shalat lima waktu itu wajib -sebagaimana kondisi sebagian besar kaum muslimin saat ini-, maka dalam hal ini ada perbedaan pendapat (Lihat Nailul Author, 1/369).

Mengenai meninggalkan shalat karena malas-malasan dan tetap meyakini shalat itu wajib, ada tiga pendapat di antara para ulama mengenai hal ini.


Pendapat pertama mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat harus dibunuh karena dianggap telah murtad (keluar dari Islam). Pendapat ini adalah pendapat Imam Ahmad, Sa’id bin Jubair, ‘Amir Asy Sya’bi, Ibrohim An Nakho’i, Abu ‘Amr, Al Auza’i, Ayyub As Sakhtiyani, ‘Abdullah bin Al Mubarrok, Ishaq bin Rohuwyah, ‘Abdul Malik bin Habib (ulama Malikiyyah), pendapat sebagian ulama Syafi’iyah, pendapat Imam Syafi’i (sebagaimana dikatakan oleh Ath Thohawiy), pendapat Umar bin Al Khothob (sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hazm), Mu’adz bin Jabal, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Abu Hurairah, dan sahabat lainnya.

Pendapat kedua mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dibunuh dengan hukuman had, namun tidak dihukumi kafir. Inilah pendapat Malik, Syafi’i, dan salah salah satu pendapat Imam Ahmad.

Pendapat ketiga mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas-malasan adalah fasiq (telah berbuat dosa besar) dan dia harus dipenjara sampai dia mau menunaikan shalat. Inilah pendapat Hanafiyyah. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 22/186-187)

Pendapat ketiga mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas-malasan adalah fasiq (telah berbuat dosa besar) dan dia harus dipenjara sampai dia mau menunaikan shalat. Inilah pendapat Hanafiyyah. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 22/186-187)

Perkara meninggalkan shalat di mata sahabat Rasululloh lebih tegas lagi. Mereka sepakat bahwa meninggalkan shalat adalah kafir. Umar mengatakan, "Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat.” Dari jalan lain, Umar juga mengatakan, "Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” (Dikeluarkan oleh Malik. Begitu juga diriwayatkan oleh Sa’ad di Ath Thobaqot, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman. Diriwayatkan pula oleh Ad Daruquthniy dalam kitab Sunan-nya, juga Ibnu ‘Asakir. Hadits ini shohih, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 209). Saat Umar mengatakan perkataan di atas tatkala menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya. Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’ (kesepakatan) sahabat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab Ash Sholah.

Ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan perkara meninggalkan shalat diantaranya:

QS. Maryam 59 - 60

 
 Artinya:
"Lalu datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak akan dirugikan sedikitpun." (QS. Maryam: 59-60)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa orang yang menyia-nyiakan shalat merupakan orang yang memperturutkan nafsunya.


QS. At - Taubah : 11
 Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam: 59-60)

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam: 59-60)
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam: 59-60)

 
 Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (QS. At Taubah [9]: 11)
Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (QS. At Taubah [9]: 11)


Artinya:
"Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama." (QS. At Taubah : 11)

Ayat ini menegaskan bahwa orang yang mengaku muslim tapi tidak melaksanakan shalat tidak bisa dianggap sebagai saudara muslim bagi yang lainnya.

Nah, mendengar penjelasan di atas saya rasa sudah sepatutnya kita bersama-sama meperbaiki kualitas keislaman kita. Tidak hanya dengan melaksanakan shalat, tapi juga menegakkan shalat. Begitu banyak kemudahan yang Alloh SWT berikan kepada kita untuk melaksanakan ibadah yang satu  ini, bahkan bagi yang tidak bisa terbangun dari tempat tidur sekalipun. 
wallahu alam bisawab. 

"Ketika seorang muslim mengimani kalimat syahadat dengan benar. Maka akan timbul sifat optimis, berani, dan tenang dalam dirinya. Sudahkah saya?"

Kamis, 14 Juni 2012

Iman Kepada Qadha dan Qadar

Taklim pada hari Sabtu, 9 Juni 2012 terasa sedikit berbeda. Di ruangan yang tidak begitu lebar itu tak seramai biasanya. Memang jumlah kami tidak banyak, namun jika semua Ladies Ceria hadir, akan banyak komentar-komentar yang keluar dari kami sehingga membuat suasana begitu meriah :). Walau begitu, saya dan Citra tetap serius memperhatikan materi taklim kali ini, iman kepada qadha dan qadar. Ini dia pembahasannya, chek this one out!

Dalil-dalil yang mendasari keimanan kita terhadap qadha dan qadar diantaranya:


 Artinya:
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Q.S. Al-An'am : 59)


Artinya:
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa". (Q.S. Al-Hajj : 70)

 


Artinya:
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira[1459] terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Q.S. Al-Hadiid : 22-23)


Definisi Qadha dan Qadar


Secara etimologi, qadha memiliki banyak pengertian, diantaranya sebagai berikut:


1. Pemutusan
 

Artinya:
"Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" lalu jadilah ia." (Q.S. Al-Baqarah : 117)


2. Perintah
Artinya:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia." (Q.S. Al-Israa' : 23)


3. Pemberitaan
 
 Artinya:
"Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, Yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh." (Q.S. Al-Hijr : 66)


Sedangkan qadar, secara etimologi berasal dari kata qaddara, yuqaddiru, taqdiiran yang berarti penentuan

 
Artinya:
"Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya." (Q.S. Fushshilat : 10)

Perbedaan Qadha dan Qadar 


Qadha merupakan segala ketentuan Alloh SWT yang telah tertulis, sedangkan qadar merupakan ketetuan Alloh SWT yang telah terjadi. Dengan kata lain, qadar adalah qadha yang telah terjadi.

Rukun Qadha dan Qadar 


Iman kepada qadha dan qadar memiliki 4 rukun, yaitu:


1. Ilmu Alloh SWT


 
Artinya:
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Ath-Thalaq : 12)


2. Penulisan Takdir


3. Masyi’atullah (Kehendak Allah) dan Qudrat (Kekuasaan Allah)


4. Penciptaan




 
Artinya:
"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu." (Az-Zumar : 62)


Macam-Macam Takdir


Ada 4 macam takdir, yaitu:


1. Takdir Umum (Takdir Azali), ditulis 50ribu tahun sebelum bumi diciptakan. 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabd:
“Yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-Qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Tulislah!’ Ia menjawab: ‘Wahai Rabb-ku apa yang harus aku tulis?’ Allah berfirman: ‘Tulislah taqdir segala sesuatu sampai terjadinya hari Kiamat."


2. Takdir Umuri, ditulis pada saat ruh ditiupkan, yaitu ketika 4 bulan dalam kandungan.

3. Takdir Samawi, ditulis setiap malam lailatul qadr.




4. Takdir Yaumi, takdir yang dituliskan setiap hari dalam hidup kita.


Manfaat Iman kepada Qadha dan Qadar 


Manfaat yang dirasakan ketika seorang mukmin mengimani qadha dan daqar diantaranya: 


1. Terbebas dari syirik
Dengan meyakini semua yang terjadi atas diri kita adalah atas kehendak Alloh, maka tidak ada tempat lain bagi kita meminta pertolongan, kecuali kepada-Nya. 


2. Tetap istiqomah


3. Selalu berhati-hati


4. Senantiasa bersabar
Tidak perlu berkeluh kesah dan meyalahkan keadaan atas segala masalah yang kita hadapi, karena semuanya merupakan ketentuan Alloh. Maka bersabarlah, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.


Ada satu fakta menarik yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini merupakan ketentuan-Nya yang telah dituliskan sebelumnya. Ini adalah cerita tentang seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang bernama Mr. Jacques Yves Costeau. Di sepanjang hidupnya, Cousteau telah menghasilkan 115 film dokumenter, serta menulis 50 buku yang semuanya berkaitan dengan dunia bawah laut.


Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.


Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan, yaitu surat Ar-Rahman ayat 19-22 dan surat Al-Furqaan ayat 53. 


 
Artinya:
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing." (Ar-Rahman : 19-20)




 


Artinya:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S. Al-Furqaan : 53)


Karena terpesonanya atas keajaiban tersebut, akhirnya Mr. Costeau akhirnya memeluk Islam.


wallahu alam bisawab.

Sabtu, 14 April 2012

Larangan Mendekati Zina


Setiap Sabtu siang, saya dan beberapa sahabat  rutin (diusahakan) mengikuti kajian keagamaan. Hanya forum diskusi kecil yang membahas berbagai hal tentang keislaman dalam rangka memperbaiki diri. ‘Taklim Ceria’ itulah nama forum diskusi yang kami ikuti, ya bisa juga disebut sebagai kelompok pengajian.

Taklim Ceria sudah berjalan sekitar enam bulan. Dan sudah lumayan banyak materi yang disampaikan Murobbi kami, Umi Detti Febrina. Murobbi berasal dari bahasa Arab ‘rabb’ yang artinya mengatur, mendidik, membina. Jadi, Murobbi adalah orang yang mengatur, mendidik, dan membina (Kalau tidak salah begitu). Atau sebut saja guru mengaji. Beliau adalah sosok Ibu idaman setiap anak, lembut, sabar, dan memiliki tawa yang renyah.  Selera humornya juga lumayan, ini yang membuat Taklim Ceria tidak pernah membosankan. 

Taklim kali ini membahas tentang ‘Larangan Mendekati Zina’. Tema yang sebelumnya sudah dirikues oleh salah seorang sahabat kami, Citra. Tema yang sangat berat namun penting untuk dibahas. Berikut pembahasan mengenai tema hari ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia zina adalah persetubuhan yang dilakukan oleh bukan suami istri. Menurut Kamus Islam zina artinya hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan di luar perkawinan; tindakan pelacuran atau melacur. Dan menurut Ensiklopedia Alkitab Masa Kini zina artinya hubungan seksual yang tidak diakui oleh masyarakat. Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa zina merupakan perbuatan amoral yang tidak sesuai dengan adat ketimuran masyarakat Indonesia.

Dalam islam, zina merupakan salah satu dosa besar selain syirik dan membunuh. (Q.S. Al-Furqon:68)

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)”
Rasulullah bersabda : "Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab : Orang tua yang berzina, membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya."(Riwayat Bukhori dan Muslim).


Islam tidak hanya melarang umatnya untuk berzina, bahkan mendekatinyapun sudah merupakan perbuatan yang dilarang. Apalagi melakukan zina yang sebenarnya. (Q.S. Al-Isra’:32)



  
"Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk."


Perbuatan zina dilarang karena menimbulkan dampak negatif. Berikut adalah dampak negatif perzinahan:
  1. Zina mengurangi agama seseorang. 
  2. Zina menghilangkan sifat wara'. (Al-wara' artinya menahan diri dari hal-hal yang dapat menimbulka mudharat lalu menyeretnya kepada hal-hal yang haram dan syubhat).
  3. Zina merusak kehormatan dan harga diri. 
  4. Zina mengurangi sifat cemburu.
  5. Pezina mendapatkan murka Alloh.
  6. Zina menghitamkan wajah dan menjadikannya  gelap. 
  7. Zina menggelapkan hati dan menghilangkan cahayanya. 
  8. Zina mengakibatkan kefakiran yang terus menerus.
  9. Zina menghilangkan kesucian pelakunya dan menjatuhkan nilainya dihadapan Rabbnya dan dihadapan manusia. 
  10. Zina mencopot sifat dan julukan terpuji seperti 'iffah, baik, adil, amanah dari pelakunya serta menyematkan sifat cela seperti fajir, pengkhianat, fasiq dan pezina. 
  11. Pezina menyeburkan diri pada adzab di sebuah tungku api neraka yang bagian atasnya sempit dan bawahnya luas. Sebuah tempat yang pernah disaksikan Nabi untuk menyiksa para pezina. (HR al-Bukhari dalam shahihnya dari sahabat Samurah bin Jundab). 
  12. Zina menghilangkan nama baik dan menggantinya dengan al khabits (Si Busuk), sebuah gelar yang disematkan buat para pezina. 
  13. Alloh memberikan kegelisahan hati buat para pezina. 
  14. Zina menghilangkan kewibawaan. Wibawanya akan di cabut dari hati keluarga, teman-temannya dan yang lain. 
  15. Manusia memandangnya sebagai pengkhianat. Tidak ada seorangpun yang bisa mempercayainya mengurusi anak dan istrinya. 
  16. Allah memberikan rasa sumpek dan susah dihati pezina. 
  17. Pezina telah menghilangkan kesempatan dirinya untuk mendapatkan kenikmatan bersama bidadari di tempat tinggal indah di syurga.
  18. Perbuatan zina mendorong pelakunya berani durhaka kepada kedua orang tua, memutus kekerabatan, bisnis haram, menzhalimi orang lain dan menelantarkan istri dan keluarga. 
  19. Perbuatan zina dikelilingi oleh perbuatan maksiat lainnya. Jadi perbuatan nista ini tidak akan terealisasi kecuali dengan didahului, dibarengi dan diiringi beragam maksiat lainnya. Perbuatan keji menyebabkan keburukan dunia dan akhirat.
  20. Pelaku zina wajib diberi sanksi; pezina yang belum menikah didera seratus kali dan diasingkan selama setahun dari daerahnya sedangkan pelaku yang pernah menikah atau masih berkeluarga dirajam (dilempari) batu sampai mati. 
  21. Zina merusak nasab (keturunan)
  22. Zina menghancurkan kehormatan dan harga diri orang. 
  23. Zina menyebabkan tersebarnya waba penyakit berbahaya, tha'un (lepra), syphilis, dan HIV-AIDS.
  24. Perbuatan zina membuka peluang bagi keluarganya untuk terjerumus dalam perbuatan serupa.
  25. Zina menyebabkan balasan amalan shalihnya hilang sehingga ia bangkrut pada hari kiamat.
  26. Dihari kiamat pelaku zina akan dihadapkan pada orang yang istrinya dizinai untuk diambil pahala kebaikannya sesuka sang suami sehingga tidak tersisa kebaikan sedikitpun.
  27.  Anggota tubuh seperti tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan lisan akan memberikan persaksian yang menyakitkan. (Q.S. An-Nur:24)  
"Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”


Dosa zina memiliki beberapa tingkatan, yaitu:


Zina dengan mahrom atau dengan orang yang telah bersuami atau beristri lebih besar dari berzina dengan orang yang bukan mahrom atau dengan yang belum bersuami atau beristri. Karena zina semacam ini telah merusak ikatan perkawinan dan merusak nasab.

Begitu pula zina dengan tetangga, dosanya lebih besar dari dosa dengan yang bukan tetangga. Karena zina semacam ini telah merusak hubungan tetangga yang amat dekat yang selama ini ada. Apalagi jika tetangga yang dizinai masih saudara atau kerabat, itu lebih menambah parahnya hubungan karena dapat merusak hubungan silaturahim yang selama ini ada sehingga dosanya pun semakin bertambah parah.

Dari Abu Syuraih, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda "Demi Allah tidaklah dikatakan beriman, demi Allah tidaklah dikatakan beriman, demi Allah  tidaklah dikatakan beriman". Ada yang bertanya, "Siapa wahai Rasulullah?" 
Beliau bersabda,"(Tidaklah beriman) yaitu orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kezholimannya." (HR. Bukhari dan Muslim). Tidak ada tindak kezholiman yang lebih jelek dari menzinai istri tetangga. Sampai-sampai jika yang dizinai adalah istri tetangga yang sholeh, yang gemar taat kepada Allah, maka itu akan lebih menambah dosa.


Dalam hadits Buraidah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kehormatan para istri mujahidin dari orang yang hanya berdiam di rumah mereka adalah seperti kehormatan ibu mereka sendiri. Jika seseorang yang tidak berjihad berjanji untuk melindungi seorang istri para mujahid lalu ia khianat, maka di hari kiamat mujahid tersebut akan mengambil amalan kebaikan orang yang berkhianat tadi. Lalu bagaimana pendapat kalian dalam hal ini?" (HR. Muslim no. 1897)


Seseorang yang melakukan zina, tidak langsung begitu saja melakukannya. Ada empat tahapan yang mengawalinya sehingga terjerumus ke jurang kemaksiatan, empat tahapan itu adalah:
  1. Pertama, al-Lahazhat (pandangan mata). Ini merupakan gerbang utama menuju zina. Orang yang melepaskan pandangannya tanpa kendali, bisa terjerumus pada jurang kebinasaan. Dalam musnad Imam Ahmad, di riwatkan dari Rasulullah saw, “Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah  iblis. Barang siapa yang memalingkan pandanganya dari kecantikan wajah seorang wanita, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai hari kiamat.” 
  2. Kedua, al-Khatharat (khayalan). Dari sinilah lahirnya keinginan untuk melakukan sesuatu yang akhirnya berubah menjadi sesuatu yang bulat. Siapa yang mampu mengendalikan pikiran yang melintas di benaknya, niscaya ia mampu mengendalikan diri dan nafsunya. Sebaliknya, orang yang tak bisa mengendalikan pikiranya, hawa nafsunyalah yang berbalik menguasainya. 
  3. Ketiga, al-Lafazhat (kata-kata atau ucapan). Kalau ingin memngetahui apa yang di dalam hati seseorang, maka lihatlah ucapannya. Ucapan itu akan menjelaskan apa yang ada di dalam hati seseorang. Yahya bin Mu’adz memaparkan, hati bagaikan panci yang sedang menggedok apa yang ada di dalamnya. Lidah bagaikan gayungnya. Perhatikanlah seseorang saat dia berbicara. Lidah orang itu sedang menciduk apa yang ada di dalam hatinya, manis atau tawar atau asin. Nabi saw. pernah di Tanya tentang hal yang paling banyak memasukan orang ke dalam neraka. Beliau menjawab, “Mulut dan kemaluan,” (HR At-Tirmidzi) 
  4. Keempat, al-Khatahwat (langkah kongkret dalam suatu perbuatan). Ini merupakan ujung dari ketiga langkah tersebut di atas. Mata yang sudah terbiasa melihat kemaksiatan akan melahirkan angan-angan kosong. Khayalan akan melahirkan kata-kata yang jorok dan gosip murahan. Semua itu berakhir dengan tindakan konkret berupa perzinaan, pergaulan bebas dan seabrek perilaku maksiat lainnya.

    Adapun hukuman bagi penzina adalah seperti firman Allah SWT (Q.S. An-nur:2)



    "Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman."

Hukum positif yang berlaku di Indonesia tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya hukuman tersebut. Menurut KUHP, perbuatan zina hanya dapat dituntut atas pengaduan suami/istri yang tercemar (pasal 284 ayat 2), sedangkan Islam tidak memandang zina sebagai  perkara yang hanya bisa dituntut atas pengaduan yang bersangkutan. Namun percayalah, azab Alloh SWT lebih perih.

Sudah fitrah manusia memiliki nafsu, namun kitalah yang akhirnya memilih. Ingin menuruti nafsu tersebut, atau mengendalikannya. Salah satu langkah untuk menghindari dan meminimalisir bahaya perzinahan adalah dengan menutup aurat.


Nah, itulah pembahasan Taklim Ceria hari ini. Semoga bermanfaat. wallahu alam bisawab.

Kamis, 12 April 2012

I'm Coming FIM 12!

11 April 2012, hari yang saya tunggu-tunggu karena hari ini adalah pengumuman calon peserta Forum Indonesia Muda sebuah forum yang menghimpun pemuda dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi maupun organisasi kepemudaan di Indonesia, dari Aceh sampai Papua, bahkan yang sedang berada di luar negeri. Tahun ini adalah FIM angkatan ke-12. Dari 1624 orang yang medaftar, dipilih 124 orang. Dan saya adalah salah satu yang beruntung itu. Alhamdulillah. Semoga melalui FIM saya semakin bersemangat memberikan kontribusi positif untuk Negeri. 


Dan ini dia pengumumannya:



We Are A Champion, My Friend!

Selasa, 10 April 2012 benar-benar hari yang penuh kejutan. Sungguh tidak diduga sebelumnya saya bersama dua orang partner sejati saya, Annisa Anastasya dan Dendi Wahyudi bisa meraih juara kedua dalam Lomba Debat Mahasiswa yang bertemakan “Perbankan Syariah: Sebagai Alternatif Perekonomian di Indonesia.” Great  job guys!


Berawal dari ajakan Dendi yang sedikit memaksa, akhirnya saya bersedia ikut dalam kompetisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (Himepa). Dan Alhamdulillah kami ditempatkan sebagai tim yang pro terhadap perbankan syariah. Banyak artikel-artikel berisi berbagai keunggulan perbankan syariah yang bisa menjadi refrensi bagi kami. Kami sangat serius mempersiapkan diri untuk hari itu, walaupun terkadang kami kerap bercanda di tengah-tengah diskusi. Saya membayangkan, bagaimana jika setiap peserta debat diperbolehkan membawa property sebagai alat pendukung debat, misalnya sebatang kayu yang bisa digunakan sewaktu-waktu ketika tim lawan terlalu ngotot mempertahankan argumentasinya. itu gila! Hahaha.


Hanya tiga hari waktu yang kami miliki untuk mempersiapkan diri. Mulai dari pencarian materi, diskusi dengan  senior kami yang paham tentang perbankan syariah, hingga latihan debat dengan tim lain yang mendapat bagian kontra. Banyak fakta-fakta menarik yang kami ketahui tentang perbankan syariah selama masa persiapan itu. Misalnya, ternyata perbankan syariah justru melaju pesat di beberapa Negara dengan populasi penduduk muslim sedikit. Seperti di Inggris dan Australia. Mereka tidak risih dengan embel-embel Islam dalam perbankan syariah. Mereka melihat keadilah yang ada dalam system ini, dan bahkan perbankan syariah yang ada di negara-negara lain diberi nama ‘Islamic Banking’. Jika bukan karena kompetisi ini, belum tentu saya begitu bersemangat mencari tahu tentang perbankan syariah. 


Tidak hanya ikhtiar, kami selalu diingatkan oleh Annisa untuk berdo’a, meminta maaf kepada kedua orang tua, bersedekah, hingga solat dhuha. Semua itu kami lakukan agar diberi kemudahan dan memperoleh hasil yang terbaik. 


Hingga tiba saatnya bagi kami untuk bertempur. Begitu banyak halangan yang kami hadapi. Mulai dari pecah ban, terlambat hadir, hingga hampir didiskualifikasi. Namun kami bisa melewati babak penyisihan, semi final, dan akhirnya bertanding di final. Lawan kami saat final adalah mahasiswa kedokteran. Posisi dibalik, kami kontra dan tim lawan yang sebelumnya kontra menjadi pro. Ini menjadi sedikit sulit, karena sudah tertanam di kerangka fikir kami tentang ke-pro-an kami terhadap perbankan syariah. Namun tidak ada kesulitan yang tidak bisa dilalui selagi mau berusaha, is it right? 


Akhirnya kami keluar sebagai runner up dengan selisih perolehan suara yang sangat mengejutkan, satu. Hahaha. Never mind, it was first tried. Semoga Alloh memberikan kesempatan untuk menjadi juara pertama di kompetisi berikutnya.


Dan ternyata kesulitan yang kami alami di awal adalah seni sebuah kemenangan. Tidak ada kemenangan yang indah tanpa perjuangan, keringat, dan air mata. Satu hal lagi, ini adalah keajaiban dhuha,  ridho kedua orang tua, dan sedekah. 

Sabtu, 18 Februari 2012

Mungkin Kita Lupa, Mahasiswa

I got something today. Kalian tahu knapa? (Kata 'kalian' seolah-olah ada yang membaca blog saya, padahal kagak ada, haha). Karena hari ini saya berkesempatan untuk bertemu dengan dua orang wanita hebat yang mampu merubah pola pikir dan sudut pandang saya tentang kehidupan. Mereka adalah Duo Bunda. Bunda Tatty Elmir dan Bunda Masnah Sari dari Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA Indonesia).

Berawal dari ajakan salah seorang teman, Annisa Anastasya saya bergabung dengan teman-teman alumni Forum Indonesia Muda (FIM). FIM merupakan kegiatan sejenis seminar kepemimpinan yang diadakan oleh Yayasan Forum Indonesia Muda. Karena saya bukan alumni Fim, lebih tepatnya belum menjadi alumni Fim (Rencananya tahun ini mau ikut, rencananya sih. Dan itu juga belum tentu lolos) peran saya dalam kegiatan itu hanya sebagai volunteer.

Kali ini FIM Lampung yang dikoordinatori olah Kak Septian (Teknik Unila 2007) sedang menjalankan program Indonesia Bermoral. Program ini berbentuk penyuluhan dan sosialisai kepada remaja tentang bahaya narkoba, pornografi, seks bebas, dan hal-hal negatif lainnya termasuk menonton sinetron yang tidak mutu. Remaja yang menjadi sasaran program ini adalah siswa-siswi SMPN 22 Bandar Lampung.

Waaah, sungguh mulia bukan? Pasti kalian mulai kagum dengan saya. Bagaimana seorang Eva Pardiana yang terkadang konyol dan terkadang keras ini mau bergabung dalam kegiatan yang berbau amal ibadah semacam itu. Haha, Iya kan? Eiittss, jangan kagum dulu. Yang membuat saya tertarik untuk bergabung sebenarnya bukan 'apa kegiatannya' tapi 'siapa yang mengajak saya'. Pasalnya Annisa salah satu teman baik yang saya kagumi, bangga rasanya jika saya menjadi salah satu orang yang diajak  olehnya untuk membantu kegiatan tersebut. Saya mendapat tugas sebagai MC sekaligus seksi transportasi. Tidak ada yang berbeda awalnya, acara ini sama seperti acara-acara kampus lainnya yang pernah saya ikuti

Hingga akhirnya tiba giliran Duo Bunda menyampaikan materi tentang Remaja Gaul Sehat. Saya perhatikan setiap kata yang beliau ucapkan kepada siswa-siswi SMPN 22 Bandar Lampung yang berkumpul di aula. Saya perhatikan raut wajahnya ketika menyampaikan pesan-pesan tentang bahaya narkoba, seks bebas, dan pornografi. Saya perhatikan senyumnya yang begitu tulus. Matanya yang dipenuhi harapan perbaikan generasi muda Indonesia. Semangatnya yang begitu membara.

Lalu saya tersadar....

Ternyata ada banyak hal yang selama ini saya lupakan mengenai tujuan kehidupan, termasuk tujuan berorganisasi. Selama berorganisasi di kampus, saya hanya sibuk dengan aktivitas-aktivitas "yang penting". Yang penting kegiatannya ramai. Yang penting program kerja berjalan. Dan yang penting tidak terlihat nganggur.

Melihat Duo Bunda yang begitu bersemangat untuk memperbaiki moral anak bangsa. Saya malu. Tak pernah terfikirkan oleh saya untuk melakukan hal yang sama. Padahal di usia yang masih muda dan produktif, saya bisa melakukan banyak hal untuk bangsa ini.

Sahabatku, terutama yang sering disebut 'aktivis kampus'. Tengoklah di luar sana. Banyak sekali masalah yang terjadi disekitar kita. Jangan hanya berkutat dengan politik kampus yang justru membuat kita hilang kepekaan, bahkan kehilangan idealisme. Jangan hanya berteriak di jalan, teriakanmu tak memberikan perubahan berarti untuk bangsa ini.

Lakukan hal kongkrit yang bisa kita lakukan untuk Indonesia, apapun itu. Karena perubahan besar berawal dari hal-hal kecil yang konsisten. Selamat berbuat untuk Bangsa. Aku Untuk Indonesia.

Bunda Tatty Elmir saat menyampaikan materi 'Remaja Gaul Sehat'




Jumat, 06 Januari 2012

Memilih Nahkoda (>.<)

Waktu baca-baca artikel kajian muslimah, dapet ini. Rasanya layak untuk dibagi.

Jangan Sampai Salah Memilih Pasangan Hidup

Kebimbangan itulah perasaan yang sering muncul di hati para lajang tatkala harus memutuskan dengan siapa ia akan menikah. Perasaan ini wajar muncul, karena keputusan menikah adalah keputusan besar yang akan mempengaruhi jalan hidup seseorang, karenanya mereka akan berhati-hati dalam menentukan calon pendamping hidupnya.

Kebimbangan semacam ini juga dirasakan Annisa, wanita berusia 24 tahun yang kebetulan berparas cantik. Sebagai muslimah ia sudah merasa jengah dengan para lelaki yang mencoba mendekatinya. Baginya hanya ada satu solusi, menikah. Tapi ia jadi bingung pria mana yang harus ia terima pinangannya. Di mata Annisa setiap pria yang mencoba mendekatinya memiliki kekurangan. Kini Annisa jadi bertanya dalam hati sebenarnya syarat apa saja sih yang mesti ia tetapkan untuk calon pendampingnya kelak?.

Tak ada gading yang tak retak, begitu yang dikatakan pepatah untuk mengungkapkan sebenarnya tidak ada orang yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki kekurangan, namun sesungguhnya ada kualitas kepribadian dasar yang harus kita dan calon pasangan kita miliki agar dapat membina mahligai rumah tangga yang bahagia. Kualitas pribadi tersebut antara lain:

Kualitas Keberagamaan
Agama merupakan keyakinan yang mempengaruhi hati, fikiran perasaan dan tingkah laku seseorang sehingga orang yang mempunyai pemahaman serta pengalaman agamanya yang baik akan sangat terbantu dalam mengatasi berbagai masalah. Kondisi ini pada akhirnya akan mempengaruhi kebahagiaan dan kelanggengan sebuah perkawinan.

Memiliki Komitmen Untuk Mengembangkan Diri
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya msing-masing. Namun setiap orang juga memiliki kesempatan untuk berkembang. Penting bagi kita untuk memiliki komitmen pengembangan pribadi ini, yaitu bagaimana seseorang memahami kekurangan yang ada, belajar dari kesalahan dan mau mendengarkan nasihat orang lain. Semua hal tersebut bermuara pada bagaimana ia membangun dan mengembangan dirinya agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak.

Keterbukaan Emosional
Artinya adalah orang yang memiliki perasaan, mengetahui apa yang sedang dirasakan, mau berbagi perasaan dengan pasangannya dan mengetahui cara mengungkapkan perasaan. Keterbukaan Emosional menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan pasangan kita, sedangkan komunikasi yang baik adalah modal penting dalam membangun rumah tangga harmonis.

Memiliki Integritas
Setiap orang mendambakan calon pasangan yang mempunyai integritas diri. Kita menginginkan orang yang, jujur, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, dalam hal ini terutama dengan pasangannya, kita juga ingin calon pasangan kita adalah orang yang tidak main-main dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi masa depannya. Itulah makna integritas diri.

Kematangan dan Tanggung Jawab
Memiliki kematangaan berarti ia bisa mengurus dirinya sendiri, tahu mana yang baik/buruk buat dirinya. Sedangkan bertanggung jawab berarti dia memahami langkah yang dia ambil beserta resiko-resiko yang mungkin dihadapi.

Memiliki Harga Diri
Ingatlah agar seseorang bisa mencintai ia harus cinta pada dirinya sendiri. Karena itu lihatlah bagaimana cintanya ia pada dirinya sendiri. Kalau ia sendiri tidak mencintai dirinya, bagaimana mungkin ia bisa mencintai pasangannya?

Sikap Positif Terhadap Kehidupan
Mereka yang memiliki sikap hidup positif akan berusaha mengubah segala kendala menjadi peluang, dan biasanya percaya bahwa segalanya akan bisa menjadi baik.

Itu semua kualitas ideal yang perlu dimiliki oeleh calon pasangan kita dan diri kita sendiri pada saat kita akan menikah. Namun situasi yang dihadapai Annisa atau situasi yang sejenis dengan itu, sering membuat kita tidak bisa berfikir jernih. Karena itu adalah hal-hal yang harus kita waspadai agar tidak salah paham dalam memilih pasangan. Hal-hal seperti ini mungkin akan membantu kita :

1. Jangan terlalu cepat memutuskan untuk menikah dengan si dia

Sediakan waktu yang cukup untuk memperoleh informasi yang memadai tentang calon pasangan anda tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dari calon pasangan hidup kita itu:

a. Latar Belakang Kehidupan.
- Nasab/latar belakang keturunan mencakup hubungan keluarga asal, apakah berasal dari keluarga utuh, harmonis, atau broken home. Termasuk bentuk hubungan dengan saudara kandung

- Agama, norma-norma atau nilai-nilai status sosial ekonomi, suku, tradisi budaya keluarga asal.

- Adakah penyakit keturunan yang berhubungan dengan faktor genetic.

b. Masalah yang berkaitan dengan kualitas diri
- Kualitas Dien
- Akhlaq
- Tipe kepribadian (tertutup/terbuka, pendiam, periang, emosional, sabar)
- Pendidikan, kapasitas intelektual, profesi.
- Latar belakang organisasi, aktivitas sosial.
- Kemampuan problem solving
- Kepercayaan diri.

2. Jangan menikah di usia yang belum matang secara pribadi
 

Siap menikah berarti siap menghadapai masalah yang semuanya menuntut kedewasaan berfikir dan bersikap. Kedewasaan ini tidak bisa di ukur dengan usianya lebih dewasa dibanding mereka yang lebih tua.

Kedewasaan juga mempengaruhi dalam kita menentukan pilihan calon pasangan kita. Mereka yang kurang matang cenderung hanya terpukau pada hal-hal yang bersifat luaran saja.

3. Jangan memilih pasangan hanya untuk menyenangkan orang lain
 

Andalah orang yang beruntung atau yang menderita dengan pernikahan anda. Kalau pun ada faktor orang lain dalam mempertemukan antara anda dengan si dia pastikan bahwa anda sendirilah yang memutuskan bahwa dialah yang memang terbaik buat anda (tentunya beristiqarah terlebih dahulu).

4. Jangan menikah dengan harapan-harapan yang tidak realistis


Biasanya niatan awal menikah mempengaruhi masalah-masalah apa yang akan mendominasi selama kehidupan perkawinan. Kepuasan dalam kehidupan perkawinan dan terhadap tolak ukurnya berada pada harapan tersebut. Bila tidak terpenuhi akan menimbulkan kekecewaan.

5. Jangan menikah dengan seseorang yang memilki masalah kepribadian

 
Berhati-hatilah terhadap orang yang memiliki kepribadian yang sulit untuk dirubah, diperlukan pengertian dan lapang dada yang luar biasa untuk menghadapi orang seperti ini. Pada dasarnya setiap orang memiliki perilaku bermasalah, namun yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kadar, intensitas dan frekwensinya seseorang yang masuk dalam kategori mengalami masalah kepribadian adalah bila memiliki prilaku bermasalah yang mendominasi keseharian dan mempengaruhi adaptasinya dengan orang lain. Biasanya orang seperti ini sering membuat orang lain atau dirinya sendiri merasa terganggu dan tidak nyaman dengan perilakunya.

Inna Mutmainnah, S.Psi.
Sumber: Majalah Safina No. 2/Th.1


sumber : eramuslim.com