Mahasiswa yang selama ini dianggap
sebagai bagian dari kaum intelektual justru kerap menunjukkan sikap yang tidak
menunjukkan ke-intelektual-annya. Padahal selama ini mereka menganggap diri
mereka sebagai agen perubahan yang selalu menyuarakan keadilan untuk Rakyat
Indonesia.
Akhir-akhir ini telinga kita kerap
disuguhkan oleh berita mengenai tawuran yang dilakukan oleh rekan-rekan kita sesama
mahasiswa. Yang terakhir adalah tawuran antara mahasiswa Fakultas Tenik dan Fakultas Pertanian di Universitas Negeri
Gorontalo (UNG). Bahkan salah satu mahasiswa yang terlibat tawuran
tersebut nekat membakar gedung kuliah dan gedung
laboratorium Fakultas Pertanian UNG.
Ironis memang, mahasiswa yang menjadi tumpuan harapan perbaikan bangsa
di masa depan justru menghambat proses pendidikan di kampusnya sendiri dengan
melakukan pengrusakan.
Beberapa waktu lalu
Universitas Lampung-pun diramaikan oleh aksi tawuran antara mahasiswa Teknik
dan FISIP. Akibatnya motor dan mobil yang berada di sekitar lokasi tawuran
menjadi sasaran lemparan batu, kaca-kaca gedung perkuliahan-pun hacur. Tawuran yang
terjadi saat acara wisuda tersebut merupakan tawuran terbesar di tahun ini yang
pernah terjadi di Universitas Lampung.
Lalu, ada apa sebenarnya
dengan Mahasiswa?
Gelar sebagai
mahasiswa-kah yang mebuat kita congkak sehingga tak peduli lagi dengan dampak
perbuatan kita? Atau karena paham sekularisme yang teranjur bercokol di
pemikiran kita? Lalu kemana mahasiswa yang menjadi kabanggan Bangsa? Mahasiswa
yang dulu kerap menyuarakan aspirasi rakyat kecil, kini justru sibuk berteriak
menyuarakan kebencian dan kekerasan.
Jika keadaan seperti ini
terus terjadi, bukan hal yang tidak mungkin jika pembuat kebijakan di negeri
ini lebih leluasa membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Karena
Mahasiswa yang berfungsi sebagai control social selalu disibukkan dengan
egoisme masing-masing.
Mungkin inilah saat yang
tepat bagi kita untuk merenung. Menghayati sepenuhnya peran kita sebagai agen control
sosial (agen of social control), agen perubahan (agent of change), dan generasi
penerus masa depan (iron stock).