Kamis, 14 Juni 2012

Iman Kepada Qadha dan Qadar

Taklim pada hari Sabtu, 9 Juni 2012 terasa sedikit berbeda. Di ruangan yang tidak begitu lebar itu tak seramai biasanya. Memang jumlah kami tidak banyak, namun jika semua Ladies Ceria hadir, akan banyak komentar-komentar yang keluar dari kami sehingga membuat suasana begitu meriah :). Walau begitu, saya dan Citra tetap serius memperhatikan materi taklim kali ini, iman kepada qadha dan qadar. Ini dia pembahasannya, chek this one out!

Dalil-dalil yang mendasari keimanan kita terhadap qadha dan qadar diantaranya:


 Artinya:
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Q.S. Al-An'am : 59)


Artinya:
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa". (Q.S. Al-Hajj : 70)

 


Artinya:
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira[1459] terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Q.S. Al-Hadiid : 22-23)


Definisi Qadha dan Qadar


Secara etimologi, qadha memiliki banyak pengertian, diantaranya sebagai berikut:


1. Pemutusan
 

Artinya:
"Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" lalu jadilah ia." (Q.S. Al-Baqarah : 117)


2. Perintah
Artinya:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia." (Q.S. Al-Israa' : 23)


3. Pemberitaan
 
 Artinya:
"Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, Yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh." (Q.S. Al-Hijr : 66)


Sedangkan qadar, secara etimologi berasal dari kata qaddara, yuqaddiru, taqdiiran yang berarti penentuan

 
Artinya:
"Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya." (Q.S. Fushshilat : 10)

Perbedaan Qadha dan Qadar 


Qadha merupakan segala ketentuan Alloh SWT yang telah tertulis, sedangkan qadar merupakan ketetuan Alloh SWT yang telah terjadi. Dengan kata lain, qadar adalah qadha yang telah terjadi.

Rukun Qadha dan Qadar 


Iman kepada qadha dan qadar memiliki 4 rukun, yaitu:


1. Ilmu Alloh SWT


 
Artinya:
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Ath-Thalaq : 12)


2. Penulisan Takdir


3. Masyi’atullah (Kehendak Allah) dan Qudrat (Kekuasaan Allah)


4. Penciptaan




 
Artinya:
"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu." (Az-Zumar : 62)


Macam-Macam Takdir


Ada 4 macam takdir, yaitu:


1. Takdir Umum (Takdir Azali), ditulis 50ribu tahun sebelum bumi diciptakan. 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabd:
“Yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-Qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Tulislah!’ Ia menjawab: ‘Wahai Rabb-ku apa yang harus aku tulis?’ Allah berfirman: ‘Tulislah taqdir segala sesuatu sampai terjadinya hari Kiamat."


2. Takdir Umuri, ditulis pada saat ruh ditiupkan, yaitu ketika 4 bulan dalam kandungan.

3. Takdir Samawi, ditulis setiap malam lailatul qadr.




4. Takdir Yaumi, takdir yang dituliskan setiap hari dalam hidup kita.


Manfaat Iman kepada Qadha dan Qadar 


Manfaat yang dirasakan ketika seorang mukmin mengimani qadha dan daqar diantaranya: 


1. Terbebas dari syirik
Dengan meyakini semua yang terjadi atas diri kita adalah atas kehendak Alloh, maka tidak ada tempat lain bagi kita meminta pertolongan, kecuali kepada-Nya. 


2. Tetap istiqomah


3. Selalu berhati-hati


4. Senantiasa bersabar
Tidak perlu berkeluh kesah dan meyalahkan keadaan atas segala masalah yang kita hadapi, karena semuanya merupakan ketentuan Alloh. Maka bersabarlah, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.


Ada satu fakta menarik yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini merupakan ketentuan-Nya yang telah dituliskan sebelumnya. Ini adalah cerita tentang seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang bernama Mr. Jacques Yves Costeau. Di sepanjang hidupnya, Cousteau telah menghasilkan 115 film dokumenter, serta menulis 50 buku yang semuanya berkaitan dengan dunia bawah laut.


Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.


Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan, yaitu surat Ar-Rahman ayat 19-22 dan surat Al-Furqaan ayat 53. 


 
Artinya:
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing." (Ar-Rahman : 19-20)




 


Artinya:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S. Al-Furqaan : 53)


Karena terpesonanya atas keajaiban tersebut, akhirnya Mr. Costeau akhirnya memeluk Islam.


wallahu alam bisawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar