Taklim pada hari Sabtu, 9 Juni 2012 terasa sedikit berbeda. Di ruangan yang tidak begitu lebar itu tak seramai biasanya. Memang jumlah kami tidak banyak, namun jika semua Ladies Ceria hadir, akan banyak komentar-komentar yang keluar dari kami sehingga membuat suasana begitu meriah :). Walau begitu, saya dan Citra tetap serius memperhatikan materi taklim kali ini, iman kepada qadha dan qadar. Ini dia pembahasannya, chek this one out!
Dalil-dalil yang mendasari keimanan kita terhadap qadha dan qadar diantaranya:
Artinya:
"Dan
pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya
kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan
tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak
jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau
yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Q.S. Al-An'am : 59)
Artinya:
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari
kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman):
"Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu
apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa". (Q.S. Al-Hajj : 70)
Artinya:
"Tiada
suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa
yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira[1459] terhadap apa
yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong
lagi membanggakan diri." (Q.S. Al-Hadiid : 22-23)
Definisi Qadha dan Qadar
Secara etimologi, qadha memiliki banyak pengertian, diantaranya sebagai berikut:
1. Pemutusan
Definisi Qadha dan Qadar
Secara etimologi, qadha memiliki banyak pengertian, diantaranya sebagai berikut:
1. Pemutusan
Artinya:
"Allah
Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu,
Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" lalu
jadilah ia." (Q.S. Al-Baqarah : 117)
2. Perintah
2. Perintah
Artinya:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu
jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu
dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya
sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu
mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu
membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia." (Q.S. Al-Israa' : 23)
3. Pemberitaan
3. Pemberitaan
Artinya:
"Dan
telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, Yaitu bahwa mereka akan
ditumpas habis di waktu subuh." (Q.S. Al-Hijr : 66)
Sedangkan qadar, secara etimologi berasal dari kata qaddara, yuqaddiru, taqdiiran yang berarti penentuan
Artinya:
"Dan
Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya
dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang
bertanya." (Q.S. Fushshilat : 10)
Perbedaan Qadha dan Qadar
Qadha merupakan segala ketentuan Alloh SWT yang telah tertulis, sedangkan qadar merupakan ketetuan Alloh SWT yang telah terjadi. Dengan kata lain, qadar adalah qadha yang telah terjadi.
Rukun Qadha dan Qadar
Iman kepada qadha dan qadar memiliki 4 rukun, yaitu:
1. Ilmu Alloh SWT
Artinya:
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan
seperti itu pula bumi. perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui
bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah
ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Ath-Thalaq : 12) 2. Penulisan Takdir
3. Masyi’atullah (Kehendak Allah) dan Qudrat (Kekuasaan Allah)
4. Penciptaan
Artinya:
"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu." (Az-Zumar : 62)
Macam-Macam Takdir
Ada 4 macam takdir, yaitu:
1. Takdir Umum (Takdir Azali), ditulis 50ribu tahun sebelum bumi diciptakan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabd:
“Yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-Qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Tulislah!’ Ia menjawab: ‘Wahai Rabb-ku apa yang harus aku tulis?’ Allah berfirman: ‘Tulislah taqdir segala sesuatu sampai terjadinya hari Kiamat."
2. Takdir Umuri, ditulis pada saat ruh ditiupkan, yaitu ketika 4 bulan dalam kandungan.
3. Takdir Samawi, ditulis setiap malam lailatul qadr.
4. Takdir Yaumi, takdir yang dituliskan setiap hari dalam hidup kita.
Manfaat Iman kepada Qadha dan Qadar
Manfaat yang dirasakan ketika seorang mukmin mengimani qadha dan daqar diantaranya:
1. Terbebas dari syirik
Dengan meyakini semua yang terjadi atas diri kita adalah atas kehendak Alloh, maka tidak ada tempat lain bagi kita meminta pertolongan, kecuali kepada-Nya.
2. Tetap istiqomah
3. Selalu berhati-hati
4. Senantiasa bersabar
Tidak perlu berkeluh kesah dan meyalahkan keadaan atas segala masalah yang kita hadapi, karena semuanya merupakan ketentuan Alloh. Maka bersabarlah, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.
Ada satu fakta menarik yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini merupakan ketentuan-Nya yang telah dituliskan sebelumnya. Ini adalah cerita tentang seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang bernama Mr. Jacques Yves Costeau. Di sepanjang hidupnya, Cousteau telah menghasilkan 115 film dokumenter, serta menulis 50 buku yang semuanya berkaitan dengan dunia bawah laut.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan, yaitu surat Ar-Rahman ayat 19-22 dan surat Al-Furqaan ayat 53.
Artinya:
4. Takdir Yaumi, takdir yang dituliskan setiap hari dalam hidup kita.
Manfaat Iman kepada Qadha dan Qadar
Manfaat yang dirasakan ketika seorang mukmin mengimani qadha dan daqar diantaranya:
1. Terbebas dari syirik
Dengan meyakini semua yang terjadi atas diri kita adalah atas kehendak Alloh, maka tidak ada tempat lain bagi kita meminta pertolongan, kecuali kepada-Nya.
2. Tetap istiqomah
4. Senantiasa bersabar
Tidak perlu berkeluh kesah dan meyalahkan keadaan atas segala masalah yang kita hadapi, karena semuanya merupakan ketentuan Alloh. Maka bersabarlah, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.
Ada satu fakta menarik yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini merupakan ketentuan-Nya yang telah dituliskan sebelumnya. Ini adalah cerita tentang seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang bernama Mr. Jacques Yves Costeau. Di sepanjang hidupnya, Cousteau telah menghasilkan 115 film dokumenter, serta menulis 50 buku yang semuanya berkaitan dengan dunia bawah laut.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Captain Jacques Yves Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan, yaitu surat Ar-Rahman ayat 19-22 dan surat Al-Furqaan ayat 53.
Artinya:
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya
kemudian bertemu.
Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui
masing-masing." (Ar-Rahman : 19-20)
Artinya:
"Dan
Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar
lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya
dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S. Al-Furqaan : 53)
Karena terpesonanya atas keajaiban tersebut, akhirnya Mr. Costeau akhirnya memeluk Islam.
wallahu alam bisawab.
Karena terpesonanya atas keajaiban tersebut, akhirnya Mr. Costeau akhirnya memeluk Islam.
wallahu alam bisawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar