Sabtu, 18 Februari 2012

Mungkin Kita Lupa, Mahasiswa

I got something today. Kalian tahu knapa? (Kata 'kalian' seolah-olah ada yang membaca blog saya, padahal kagak ada, haha). Karena hari ini saya berkesempatan untuk bertemu dengan dua orang wanita hebat yang mampu merubah pola pikir dan sudut pandang saya tentang kehidupan. Mereka adalah Duo Bunda. Bunda Tatty Elmir dan Bunda Masnah Sari dari Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA Indonesia).

Berawal dari ajakan salah seorang teman, Annisa Anastasya saya bergabung dengan teman-teman alumni Forum Indonesia Muda (FIM). FIM merupakan kegiatan sejenis seminar kepemimpinan yang diadakan oleh Yayasan Forum Indonesia Muda. Karena saya bukan alumni Fim, lebih tepatnya belum menjadi alumni Fim (Rencananya tahun ini mau ikut, rencananya sih. Dan itu juga belum tentu lolos) peran saya dalam kegiatan itu hanya sebagai volunteer.

Kali ini FIM Lampung yang dikoordinatori olah Kak Septian (Teknik Unila 2007) sedang menjalankan program Indonesia Bermoral. Program ini berbentuk penyuluhan dan sosialisai kepada remaja tentang bahaya narkoba, pornografi, seks bebas, dan hal-hal negatif lainnya termasuk menonton sinetron yang tidak mutu. Remaja yang menjadi sasaran program ini adalah siswa-siswi SMPN 22 Bandar Lampung.

Waaah, sungguh mulia bukan? Pasti kalian mulai kagum dengan saya. Bagaimana seorang Eva Pardiana yang terkadang konyol dan terkadang keras ini mau bergabung dalam kegiatan yang berbau amal ibadah semacam itu. Haha, Iya kan? Eiittss, jangan kagum dulu. Yang membuat saya tertarik untuk bergabung sebenarnya bukan 'apa kegiatannya' tapi 'siapa yang mengajak saya'. Pasalnya Annisa salah satu teman baik yang saya kagumi, bangga rasanya jika saya menjadi salah satu orang yang diajak  olehnya untuk membantu kegiatan tersebut. Saya mendapat tugas sebagai MC sekaligus seksi transportasi. Tidak ada yang berbeda awalnya, acara ini sama seperti acara-acara kampus lainnya yang pernah saya ikuti

Hingga akhirnya tiba giliran Duo Bunda menyampaikan materi tentang Remaja Gaul Sehat. Saya perhatikan setiap kata yang beliau ucapkan kepada siswa-siswi SMPN 22 Bandar Lampung yang berkumpul di aula. Saya perhatikan raut wajahnya ketika menyampaikan pesan-pesan tentang bahaya narkoba, seks bebas, dan pornografi. Saya perhatikan senyumnya yang begitu tulus. Matanya yang dipenuhi harapan perbaikan generasi muda Indonesia. Semangatnya yang begitu membara.

Lalu saya tersadar....

Ternyata ada banyak hal yang selama ini saya lupakan mengenai tujuan kehidupan, termasuk tujuan berorganisasi. Selama berorganisasi di kampus, saya hanya sibuk dengan aktivitas-aktivitas "yang penting". Yang penting kegiatannya ramai. Yang penting program kerja berjalan. Dan yang penting tidak terlihat nganggur.

Melihat Duo Bunda yang begitu bersemangat untuk memperbaiki moral anak bangsa. Saya malu. Tak pernah terfikirkan oleh saya untuk melakukan hal yang sama. Padahal di usia yang masih muda dan produktif, saya bisa melakukan banyak hal untuk bangsa ini.

Sahabatku, terutama yang sering disebut 'aktivis kampus'. Tengoklah di luar sana. Banyak sekali masalah yang terjadi disekitar kita. Jangan hanya berkutat dengan politik kampus yang justru membuat kita hilang kepekaan, bahkan kehilangan idealisme. Jangan hanya berteriak di jalan, teriakanmu tak memberikan perubahan berarti untuk bangsa ini.

Lakukan hal kongkrit yang bisa kita lakukan untuk Indonesia, apapun itu. Karena perubahan besar berawal dari hal-hal kecil yang konsisten. Selamat berbuat untuk Bangsa. Aku Untuk Indonesia.

Bunda Tatty Elmir saat menyampaikan materi 'Remaja Gaul Sehat'




2 komentar:

  1. Jangan hanya berkutat dengan politik kampus yang justru membuat kita hilang kepekaan, bahkan kehilangan idealisme. Jangan hanya berteriak di jalan, teriakanmu tak memberikan perubahan berarti untuk bangsa ini.

    harusnya lini ini nancep di hati mereka2 yang kamu maksud ya Un :D

    BalasHapus
  2. Iya keke, harusnya begitu. Cara-cara seperti itu udah gak ngefek lagi untuk membuat perubahan. :)

    BalasHapus