Minggu, 23 Oktober 2011

Ada Apa Dengan Mahasiswa?


Mahasiswa yang selama ini dianggap sebagai bagian dari kaum intelektual justru kerap menunjukkan sikap yang tidak menunjukkan ke-intelektual-annya. Padahal selama ini mereka menganggap diri mereka sebagai agen perubahan yang selalu menyuarakan keadilan untuk Rakyat Indonesia. 

Akhir-akhir ini telinga kita kerap disuguhkan oleh berita mengenai tawuran yang dilakukan oleh rekan-rekan kita sesama mahasiswa. Yang terakhir adalah tawuran antara mahasiswa Fakultas Tenik dan Fakultas Pertanian di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Bahkan salah satu mahasiswa yang terlibat tawuran tersebut nekat membakar gedung kuliah dan gedung laboratorium Fakultas Pertanian UNG.  Ironis memang, mahasiswa yang menjadi tumpuan harapan perbaikan bangsa di masa depan justru menghambat proses pendidikan di kampusnya sendiri dengan melakukan pengrusakan.

Beberapa waktu lalu Universitas Lampung-pun diramaikan oleh aksi tawuran antara mahasiswa Teknik dan FISIP. Akibatnya motor dan mobil yang berada di sekitar lokasi tawuran menjadi sasaran lemparan batu, kaca-kaca gedung perkuliahan-pun hacur. Tawuran yang terjadi saat acara wisuda tersebut merupakan tawuran terbesar di tahun ini yang pernah terjadi di Universitas Lampung.

Lalu, ada apa sebenarnya dengan Mahasiswa?

Gelar sebagai mahasiswa-kah yang mebuat kita congkak sehingga tak peduli lagi dengan dampak perbuatan kita? Atau karena paham sekularisme yang teranjur bercokol di pemikiran kita? Lalu kemana mahasiswa yang menjadi kabanggan Bangsa? Mahasiswa yang dulu kerap menyuarakan aspirasi rakyat kecil, kini justru sibuk berteriak menyuarakan kebencian dan kekerasan.

Jika keadaan seperti ini terus terjadi, bukan hal yang tidak mungkin jika pembuat kebijakan di negeri ini lebih leluasa membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Karena Mahasiswa yang berfungsi sebagai control social selalu disibukkan dengan egoisme masing-masing.

Mungkin inilah saat yang tepat bagi kita untuk merenung. Menghayati sepenuhnya peran kita sebagai agen control sosial (agen of social control), agen perubahan (agent of change), dan generasi penerus masa depan (iron stock).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar